Yang mengaku Pemimpin
Hiruk pikuk pilkada di negeri ini semakin seruuuu, ramai-ramai saling berteriak kencang bahwa “mereka” yang paling layak memimpin, belum lagi menorehkan prestasi namun hujatan untuk menyalahkan orang lain sudah deras mengalir bak air BAH.
Mereka pasang wajah nan mengumbar seyuman memikat, dan sanggup memberikan maklumat hanya “mereka” yang pantas “diangkat” menjadi wakil rakyat.
berkacalah kepada cara kita milih “imam” dikala sholat, makmum tahu mana yang paling memenuhi syarat. Walaupun demikian tak semena-mena yang mampu langsung nyelonong ke depan, sudah menjadi kebiasaan saling menawarkan dan mengikhlaskan siapa yang akan memimpin.
Telinga Hati
Ketika lidah Mu berkata kau dapat mendengarkan, karna dia ber suara
ketika hati Mu berkata kau tak dapat mendengarkan karena dia tak bersuara
Engkau mendengarkan dengan kedua telinga Mu
Telinga Mu tak dapat menjangkau hati Mu, karena suara Hati Mu
hanya dapat didengar oleh Hati Mu sendiri
Awal tahun 2004 mulai getol menggali sisi “spirtual” dalam kajian-kajian manajemen, menambah pengetahuan di program studi MM-Unsri dan sebelumnya mendapatkan basic manajemen di UMU Palembang. Ratusan kelas “motivasi spiritual” pernah dilakoni mulai dari abang becak, penghuni LP sampai karyawan perusahaan dan Birokrat di pemerintahan. Banyak yang dapat dibagi sebagai Investasi “amal yang bermanfaat”