Nasehat Nikah dan Masjid Sepi
Sudah berulang kali saya menghadiri acara resepsi pernikahan yang diselingi dengan acara tausyiah “hikmah pernikahan”. diantara nasehat yang diberikan oleh penceramah/ustadz/ustadzah adalah bahwa betapa bahagianya nanti pasangan ini akan melakukan “sholat berjamaah berdua, suami menjadi imam dan istri menjadi makmum, dst …….., kalau waktu bujangan sholat sendiri sekarang tidak lagi… karena sudah beristri maka sholatlah berdua..
Hari minggu kemarinpun ketika seorang rekan melangsungkan acara perayaan nikah, kembali nasehat itu saya dengar kembali dari ustad yang lain lagi, pikir saya alangkah naifnya nasehat ini… memang bagus tetapi bukankah seorang laki-laki itu harus ke masjid untuk sholat jamaah, bukan ditekankan sholat dirumah….
Lalu saya mencolek seorang teman yang duduk dibelakang saya…. saya bilang “nasehat inilah yang membuat masjid sepi” kenapa katanya… ya..h habisnya setiap penganten baru … dinasehatin untuk sholat jamaah dirumah dengan istrinya.
Awal tahun 2004 mulai getol menggali sisi “spirtual” dalam kajian-kajian manajemen, menambah pengetahuan di program studi MM-Unsri dan sebelumnya mendapatkan basic manajemen di UMU Palembang. Ratusan kelas “motivasi spiritual” pernah dilakoni mulai dari abang becak, penghuni LP sampai karyawan perusahaan dan Birokrat di pemerintahan. Banyak yang dapat dibagi sebagai Investasi “amal yang bermanfaat”