Ansoritoyib’s Blog

Kenali Diri-Gali Potensi-Ukir Prestasi

Change “kepompong”management-3

Bagaimana kita berubah ?

Dalam manajemen perubahan, ada beberapa fase yang harus ditempuh suatu perusahaan agar setiap karyawan menerima perubahan, yaitu : (1) fase persiapan perubahan, (2) fase mengelola perubahan, dan (3) fase mansoritoyibendayagunakan perubahan. Fase persiapan perubahan mencakup penetapan strategi manajemen perubahan, mempersiapkan Tim Manajemen Perubahan, dan mengembangkan Model Sponsor (Agent of Change). Fase pertama ini adalah yang paling fundamental, apabila fase pertama ini tidak berjalan dengan baik maka jangan diharapkan perubahan akan terwujud. Pada fase pertama ini dibutuhkan Agent of Change yang merupakan faktor terpenting karena merekalah motor penggerak dari perubahan. Sekarang mari kita lihat bersama baik dipemerintahan ataupun diperusahaan, siapa yang berani teriak sebagai ”Agent of Change” apa jaminan yang mereka berikan ? Siapa yang memberikan garansi ?

Tak ubahnya bagai seorang pemimpin, yang paling dibutuhkan dari seorang agent of change adalah ”teladan” karena dengan teladan itulah mereka akan dapat memberikan ”pengaruh” kepada orang yang dipimpinnya. Sudahkan mereka pantas menjadi ”teladan” ?

Michael H.Hart penulis buku 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah; menempatkan posisi Nabi Muhammad SAW menjadi tokoh No 1 dalam membawa perubahan, sehingga pantaslah kalau kita menyebutnya sebagai The Best Agent of Change in th world. Mengapa Nabi Muhammad SAW sukses menjadi agent of change, tidak lain karena beliau dapat memberikan ”keteladanan” kepada ummatnya Sejak kecil di kenal dengan Al-Amin (orang yang dapat dipercaya), sebutan itu sudah merupakan suatu manifestasi dari sinergi 4 sifat utama yang dimiliki oleh Rosul, yaitu : Fathonah, Amanah, Sidiq, dan Tabligh, sehingga kita ummatnya tidak akan pernah meragukan hal tersebut karena sudah mendapatkan pula garansi dari langung dari Allah SWT dalam AQ. QS. Al-Ahzab [033:021]

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَة ٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah Dalam ayat lain disebutkan ” Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS. Al-Qalam : 4)

Nah !. sekarang bagaimana kita belajar perilaku Nabi yang agung itu dan seperti apa perilakunya, sehingga Beliau mampu menjadi ”teladan” dan membawa perubahan besar di muka bumi ini. Ketika hal itu ditanyakan kepada Siti Aisyah RA; beliau menjawab ” Budi pekerti Beliau adalah Al’quran” (Hadist diriwayatkan oleh Abu Daud). Dengan demikian, karena yang paling utama harus kita ubah adalah perilaku/akhlak, dan akhlak yang paling baik itu adalah akhlaknya Rosulullah SAW dan gambaran akhlaknya itu adalah alquran, maka satu satunya jalan adalah kita harus membaca Al-Quran dan kembali kepada fitrah kita sebagai manusia.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمُ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

QS. Al-Ankabut [029:045] Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih utama. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفا ً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَ تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

QS. Ar-Rum [30:30] “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Berkaca kepada Kepompong

Kebanyakan kita tidak suka dengan ulat (paling yang hoby mancing, dan yang pelihara burung), menjijikkan dan menjengkelkan tentunya apabila ada seekor ulat disekitar kita, apalagi ulat itu mengganggu tanaman kesayangan kita. Tindakan yang diambil pastilah ingin cepat cepat membunuhnya dengan tiada ampun. Kenapa ulat dibenci, tidak disukai ? bentuknya yang jelek, baunya yang tidak enak atau karena ”perilaku” yang menggangu, merusak tanaman peliharaan kita yang pada akhirnya dapat mematikan tanaman tersebut. Sejenak kita amati bagaimana ulat itu hidup, dia hidup pada dedaunan yang hijau dan segar kemudian dia akan memakan secara perlahan daun tempatnya tinggal, setelah habis dia akan pindah ke daun yang lain dan mengulangi kembali perbuatan merusaknya tersebut sampai tanaman tempat dia tinggal mati merana. Dengan gambaran seekor ulat tersebut, apakah pembaca yang budiman dapat melihat persamaan dengan perbuatan orang-orang yang ”menggerogoti” harta negara atau perusahaan. Karyawan yang hidup dari perusahaan tetapi dia pula yang merusak tempat mereka hidup. Namun ketika seekor ulat dapat mentransformasi dirinya melalui proses metamorfosis yang sempurna dia akan menjelma menjadi seekor kupu-kupu, dalam proses metamorfosis inilah seluruh “perilaku buruk” itu ditinggalkan dan seekor ulat mengalami “change” yang sangat radikal. Semuanya berubah, bentuk fisiknya, suaranya, jalannya, makannya pokoknya semuanya berubah. Kalau tadi sifatnya yang merusak kini ulat yang telah menjelma menjadi kupu-kupu mempunyai tugas yang mulia, sebagai penebar benih-benih kehidupan di tanaman-tanaman yang indah.

Seekor ulat tidak berteriak-teriak meminta ulat yang lain untuk berubah, tapi cukuplah dirinya sendiri yang menyadari pentingnya untuk berubah demi kehidupan yang lebih baik. Dia yang tadinya menjijikkan, dibenci kini dia dicari, disenangi itulah “fitrah” yang dijalani oleh seekor kupu-kupu. Subhanallah sungguh ayat-ayat Allah terbentang diseluruh alam jagad raya sebagai pelajaran dalam kehidupan kita manusia. Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman [003] Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini [004] Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal [005] tulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya [006] QS. Al-Jasiyah [45:003-006]

Maret 20, 2009 - Posted by | Seri motivasi spiritual

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.